Tuesday 24 May 2016

MANUSIA DAN PENDERITAAN, MANUSIA DAN KEADILAN, MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1. Manusia Dan Penderitaan
·         Pengertian Penderitaan
     Penderitaan berasal dari kata "dhra" yaitu menahan atau menanggung yang berasal dari bahasa sansekerta. Penderitaan  mengandung yang artinya menanggung atau menahan sesuatu         yang tidak menyenangkan.
Faktor- faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal ini dapat dibedakan menjadi atas dua macam, yaitu eksternal murni dan  tidak murni.
·         Hubungan Manusia dengan Penderitaan
              a) Siksaan
             Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan hati korban, yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang     sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, dan sadisme.
            Siksaan berupa psikis:
            - Kebimbangan
            - Ketakutan
            - Kesepian
            Contoh siksaan : berupa neraka dan rasa sakit.
            b) Kekalutan Mental
                Gejala permulaan dari kekalutan mental adalah :
                - Gangguan kejiwaan nampak pada gejala- gejala kehidupan si penderita baik jasmani dan                      rohani.
                - Usaha untuk mempertahankan diri dengan cara yang negative
                - Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan
                Sebab- sebab timbulnya kekalutan mental :
                - Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap                    kehidupan sosial
                - Terjadi konflik sosial budaya
                - Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani  atau mental yang kurang sempurna.
                Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan :
                - Orang yang terlalu mengejar materi
                 - Anak - anak muda usia
                 - Wanita
                 - Kota - kota besar
                 - Orang yang tidak mempunyai iman dan beragama (kafir)
2. Manusia Dan Keadilan
          Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manuia dan kelayakan dapat di artikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.kedua jung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan,maka masing - masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
Berbicara keadilan sosial kadilan sosial terdapat dalam pancasila yg kelima berbunyi : keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. maka keadilan sosial itu adalah adamya rasa tidak egois/tdak menang sendiri dalam mencakup kebutuhan luas,kemudian keadilan sosial itu harus di tanamkan di dalam diri manusia terutama di linkungan sosial.dan dalam dokumen lainnya keadilan juga di deskripsikan oleh presiden bpk ir soekarno,di dalam pancasila dan setelah itu beliau menjelaskan bahwa prinsip itu di jelaskan sebagai prinsip."tidak ada kemiskinan di dalam indonesia merdeka,dan usul daripenjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteran dan keadilan. kemudian bung hatta dalam uraiannya mengenai sila kelima dan beliau menulis sebagai berikut.keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan indonesia yang adil dan makmur.dan selanjutnya beliau juga menjabarkan bahwa para pemimpin yang menyusun uud 45 percaya bahwa adanya keadilan sosial di dalam bidang ekonoi ialah dapat mencapai kemakmuran yg merta.
kemudian ada berbagai macam keadilan yaitu :
1.keadilan legal atau keadilan moral
plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani uu dan masyarakat yang membuat dan mejaga kesatuannya.kemudian dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya(the man behind the gun) pendapat plato itu di sebut keadilan legal dan menurut sunoto dalah keadilan moral.maksud dari pendapat plato adil juga bisa memahami dan mempunyai kebijakan dan tidak egois sesuai dengan masyarakat itu sendiri kemudian semua keadilan harus bisa tertanam di hati setiap orang.
2.keadilan distributif
 aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal - hal yang sama di perlakukan secara sama(justice is done when equals are treated equally).maksud dari aristoteles keadilan itu harus sama tanpa adanya rasa pilh kasih.contoh ;Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata All menerima Rp.100.000,- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadian Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
3. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
3.  Manusia dan Pandangan Hidup
       Setiap masyarakat mempunyai pandangan hidup yang menjadi arah dan penentu masa depan mereka. Pandangan hidup adalah hasil pemikiran dan pengalaman yang berupa nilai-nilai kehidupan yang member manfaat, sehingga dijadikan pegangan, pedoman, pengarahan, atau petunjuk hidup. Pandangan hidup tidak timbul dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses pengalaman yang terus-menerus dan lama, sehingga nilai-nilai kehidupan tersebut sudah teruji dalam penerapannya. Hasil pengujian tersebut diterima oleh akal dan diakui kebenerannya. Atas dasar ini, anggota masyarakat menerima hasil pemikiran yang berupa nilai-nilai kehidupan itu sebagai pegangan, pedoman, pengarahan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan berupa sesuatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan, tetapi juga tidak dapat dinyatak dengan rumusan, sebab itu :
a.   Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaannya.
b.   Juga karena orang tersebut  menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat/bertindak yang                       melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan.
c.   Dan khawatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak –anak atau           orang yang dibimbing.

Pandangan hidup selain itu merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan jasmani. Itu berguna bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, bahkan negara. Semua perbuatan, tingkah laku antara aturan-aturan bagin negara dan juga undang-undang serta peraturan-peraturan harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang sudah dirumus-rumuskan.
Manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu seluruhnya bergantung pada apa yang ada, yang mutlak yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah juga filsafat hidup. Sesuai  dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenarantentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasar:
a.       Beragama , beriman
b.      Tidak beragama tetapi mengakui garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada
c.       Materialistik dan sekuler

         Tidak ada lain dasar yang paling baik dan tinggi nilainya kecuali mengikuti jalan Allah. Mereka mencari harta, tahta dan wanita harus berdasarkan ajaran agama. Bagi mereka berhubungan dengan orang dalam kelompok, baik keluarga maupun masyarakat, ajaran Allah harus dipegang teguh. Bahkan dalam keadaan santai pun orang harus selalu ingat kepada Tuhannya, juga pada saat menderita.
   Meski bagaimanapun pandangan hidup yang mempunyai jangkauan terpanjang yang sering      disebut yang menuju keabadian hidup ( untuk islam kesehjahteraan dunia dan akhirat) akan dicari dan digunakan sebagai landasan dalam melaksanakan hidup didunia baik secara perorangan maupun kelompok. Banyak diantara orang yang pandangan hidupnya didasari pandangan “hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya  (orang yang materialis) pada waktu mudanya, tetapi disaat mendekati kematiannya barulah mndekatkan diri kepada Tuhannya atau dalam islam bertobat.
       Jadi pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan-jalan da nilai-nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku dan cita-cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.
Pandangan hidup misalnya:
a.      Hidup bahagia, sejahtera
b.      Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta kasih
c.      Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia, penu cinta kasih.
Yang ideal ini biasanya bersifat umum artinya setiap orang maupun masyarakat dan bahkan negara. Diindonesia harus dapat mengetrapkan pancasila sebagai pandangan hidup semua warga negaranya. Berketuhanan, mengandung sila perikemanusiaan, adil, mau bermasyarakat terpancar pada semua perbuatan atau tingkah laku dan ucapan ucapannya didalam berhubungan dengan teman maupun warga lain dalam kelompok (keluarga,masyarakat) tiap harinya. Orang-orang yang beragama , tingkah laku dan perbuatan harus bersandarkan pada aturan ajaran agama. 

No comments:

Post a Comment

Modal auxiliary, Adverb and Adjective, Connector, Active and Passive Voice

Modal auxiliary Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada...