Tuesday, 9 April 2019

VERB PHRASES, TENSES(PRESENT, PAST, FUTURE) DAN SUBJECT VERB AGREEMENT


VERB PHRASES, TENSES (PRESENT, PAST, FUTURE)
DAN SUBJECT VERB AGREEMENT


VERB PHRASES
A phrasal verb atau Verb Phrase adalah kombinasi dari kata-kata (Words) (a verb + a preposition or verb +adverb) yang ketika digunakan secara bersamaan mempunyai makna yang berbeda terhadap kata kerja yang aslinya (original verb).

Contoh dari Verb Phrases
Ø  Taman Safari was established in 1990. [Taman Safari didirikan pada tahun 1990.]
Pada kalimat tersebut, ‘Taman Safari’ memiliki fungsi sebagai subjek kalimat; sedangkan was established berfungsi sebagai predikat yang bentuknya adalah  frasa kata kerja/ verb phrase dimana was merupakan auxiliary verb dan established merupakan bentuk kata kerja yang hadir mengiringi auxiliary verb (menunjukkan tense).
Ø  have been working very hard.  [Saya telah bekerja dengan sangat keras.]
Pada kalimat tersebut, subjek kalimatnya adalah pronoun ‘I’, sedangkan predikatnya adalah ‘have been working’ sedangkan ‘very hard’ berfungsi sebagai pelengkap (adverb). Verb phrase sendiri dalam dalam formula bahasa, (Subject = Noun Phrase + Verb Phrase), memiliki fungsi atau posisi sebagai predikat dalam suatu kalimatiii. Maka, dapat kita ketahui jika verb phrase dalam  kalimat tersebut adalah have been working.

TENSES ( PRESENT, PAST, FUTURE)
1.      Present Tense
Prinsip dasar dari Present Tense adalah menggunakan kata kerja (verb) bentuk ke-1.  Present Tense ini dibagi lagi menjadi 4 tense berbeda yang terdiri dari:

 a. Simple Present
 Fungsi Tense ini digunakan untuk menyatakan kebiasaan, fakta, kebenaran umum dan  keadaan pada saat sekarang ini.
 Rumus :  Subject + Verb 1 + Object/Adverb
 Contoh : The class begins at seven o’clock . 
                 My mother and I cook pasta on weekend
         I always watch the movie every month
                   
 b.   Present Continuous
Fungsi Tense ini digunakan dalam pernyataan tentang peristiwa yang sedang   berlangsung sekarang, kebiasaan yang sedang berlangsung atau rencana di masa depan.
 Rumus : Subject + is/am/are + Verb ing + Object/Adverb
 Contoh : I am listening to the music at the moment. 
                 They are playing basket ball right now
She is wearing a seat belt

            c. Present Perfect
Fungsi Tense ini digunakan untuk mengungkapkan suatu kejadian yang telah dimulai di waktu lampau dan masih berlanjut sampai sekarang atau telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu dan ada hubungannya dengan saat sekarang.
 Rumus : Subject + has/have + Verb 3 + Object/Adverb
Contoh : I have known him for years. 
She has forgotten her folder
He has lost my bag

 d. Present Perfect Continuous
 Fungsi Tense ini untuk mengungkapkan kegiatan yang dimulai di masa lalu dan sekarang masih berlangsung.
 Rumus : Subject + has/have + been + Verb ing + Object/Adverb
Contoh : I have been waiting for you for three hours. 
Shanin has been travelling since last january
Mario has been feeling a little confused

2.      Past Tense
Prinsip dasar dari Past Tense adalah menggunakan kata kerja bentuk ke-2. Past Tense ini dibagi lagi menjadi 4 tense berbeda yang terdiri dari:
a.      Simple Past
Fungsi Tense ini digunakan untuk suatu peristiwa atau kebiasaan yang terjadi di masa lalu pada saat tertentu.
 Rumus : Subject + Verb 2 + Object/Adverb
Contoh : They went to Lombok yesterday
We talked on the phone for thirty minutes.
They never went to school, they always skipped class.

b.       Past Continuous
Continuous past (juga disebut past progressive) adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa yang sedang berlangsung terjadi pada saat yang sama di masa lalu
 Rumus : S + was/were + V-ing + Objeck/Adverb
Contoh :  I was watching TV when she called.
When the phone rang, she was writing a letter.
While we were having the picnic, it started to rain.
What were you doing when the earthquake started?
I was listening to my iPod, so I didn't hear the fire alarm.
You were not listening to me when I told you to turn the oven off.
While John was sleeping last night, someone stole his car.
Sammy was waiting for us when we got off the plane.


c.       Past Perfect
Perfect past adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi sekali atau beberapa kali sebelum titik lain di masa lalu.
 Rumus : Subject + had + V3
Contoh : They went home after they had submitted their assignment. 
I had never seen such a beautiful beach before I went to Kauai.
I did not have any money because I had lost my wallet.
Tony knew Istanbul so well because he had visited the city several times.
Had Susan ever studied Thai before she moved to Thailand?
She only understood the movie because she had read the book.
Kristine had never been to an opera before last night.


d.       Past Perfect Continuous
Fungsi Tense ini digunakan untuk peristiwa di masa lampau yang telah berlangsung beberapa saat dan ketika peristiwa lain muncul, peristiwa tersebut belum selesai.
 Rumus : S + had + been + V-ing
Contoh : She had been watering the plants for three hours when I came
They had been talking for over an hour before Tony arrived.
She had been working at that company for three years when it went out of business.
How long had you been waiting to get on the bus?
Mike wanted to sit down because he had been standing all day at work.
James had been teaching at the university for more than a year before he left for Asia.

3.      Future Tense
Prinsip dasar Future Tense adalah menggunakan kata kerja bentuk 1 tetapi sebelum kata kerja diawali dengan will/would. Future Tense ini dibagi lagi menjadi 4 tense berbeda yang terdiri dari:
a.      Simple Future
Fungsi Tense ini digunakan untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang.
Rumus : S + will + V1 + Object/Adverb
Contoh : I will go to Bali next year
I will send you the information when I get it.
I will translate the email, so Mr. Smith can read it.
Will you help me move this heavy table?
Will you make dinner?
I will not do your homework for you.

b.      Future Continuous
Fungsi Tense ini digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan di masa datang.
Rumus : S + will + be + V-ing
Contoh : I will be writing my report when you come
I will be watching TV when she arrives tonight.
I will be waiting for you when your bus arrives.
I am going to be staying at the Madison Hotel, if anything happens and you need to contact me.
He will be studying at the library tonight, so he will not see Jennifer when she arrives.

c.        Future Perfect
Fungsi Tense ini digunakan untuk menyatakan kejadian yang sudah selesai dilakukan di masa mendatang ketika kegiatan lain muncul atau sebelum waktu tertentu.
Rumus : S + will + have + V3
Contoh : I will have finished my paper by the time you come. 
By next November, I will have received my promotion.
Will she have learned enough Chinese to communicate before she moves to Beijing?
Sam is probably going to have completed the proposal by the time he leaves this afternoon.
By the time I finish this course, I will have taken ten tests.

d.        Future Perfect Continuous
Fungsi Tense ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan yang sudah terjadi di masa datang dan ketika kegiatan lain muncul pada waktu tertentu, kegiatan pertama masih berlangsung.
Rumus : S + will + have + been + V-ing
Contoh : They will have been talking for over an hour by the time Thomas arrives.
She is going to have been working at that company for three years when it finally closes.
James will have been teaching at the university for more than a year by the time he leaves for Asia.
How long will you have been studying when you graduate?

Subject Verb Agreement
Subject Verb Agreement adalah merupakan kesesuaian antara subjek dan kata kerja yang dilihat dari singular dan plural nya. ketika kita sudah bisa menemukan subjek dan katar kerja yang pas, maka kita akan terhindari dari gramatikal eror di bagian subjek verb agreement
Subject Verb Agreement : simpelnya,
==> Singular subject (she, john, cat) selalu memilih singular verb juga (is, goes, shines)
==> Plural verb (they, we) selalu memilih plural verb juga (go, shine)
Example:
I go to school
(saya pergi kesekolah)
Subjeknya berupa “I” merupakan subject bersifat plural, jadi kita membutuhkan kata kerja plural juga “go”.
John makes a cake
(john membuat kue)
Subjeknya berupa “john” merupakan subjek bersifat singular, jadi kita membutuhkan kata kerja singular juga “makes”.

Referensi:
https://www.ilmubahasainggris.com/verb-phrase-pengertian-bentuk-fungsi-contoh-kalimat-dan-soal-latihan-dalam-bahasa-inggris/
https://belajarbahasa.id/pembelajaran/bab/38
https://m.belajarbahasa.id/artikel/dokumen/63-mengenal-jenis-jenis-tenses-secara-garis-besar-2016-06-23-02-41
https://inggrispro.com/subject-verb-agreement/

https://www.englishpage.com/verbpage/

Tuesday, 19 March 2019

Subject, Verb, Complement, and Modifier


Subject

Subject merupakan salah satu unsur yang penting di dalam kalimat. Subject dapat didefinisikan dengan siapa (who) atau apa (what). Subject merupakan siapa atau apa yang melakukan suatu kegiatan/ aksi di dalam kalimat. Subject dalam kalimat dapat berupa kata benda (noun), frasa kata benda (noun phrase), atau pun kata ganti (pronoun).

There are some examples of sentences in English sentences.

·         ➔Janet washed the car.
Janet = subject
Washed = action performed
·         ➔Chris worked from sunrise to sunset.
Chris = subject
Worked = action performed


Verb

Verb atau kata kerja menurut oxford dictionary Verb is a word used to discribe an action, state or accurance. Dengan bahasa lain, verb atau kata kerja merupakan suatu kata yang mendeskripsikan subjek itu sendiri atupun menunjukan sebuah peristiwa dan keadaan. 

Examples of verbs in a sentence: 


  1. Mark eats his dinner quickly.
  2. We went to the market.
  3. You write neatly in your notebook.
  4. They thought about all the prizes in the competition

Complement

Complement adalah sebuah kata atau lebih yang berfungsi untuk melengkapi makna atau memberi keterangan terhadap Subject, Verb dan juga Object. Complement dibagi menjadi dua yaitu Subject Complement dan Object Complement. Yang dimaksud dengan Subject Complement adalah sebuah kata atau frasa yang memberi keterangan terhadap subject dari sebuah kalimat. Sebuah subject complement akan selalu mengikuti sebuah linking verb seperti: to be, to feel, to become, to taste, to smell, to look,  dan juga to appear.  Object Complement adalah adjective (kata sifat) atau noun (kata benda) yang muncul setelah direct object dalam sebuah kalimat dan memberikan keterangan terhadap direct object tersebut. 

Subject complements
  • My uniform is torn and dirty.
  • My uniform is a T-shirt and jeans.
  • "Imagination is the one weapon in the war against reality."(Jules de Gaultier)
  • "Love is an exploding cigar we willingly smoke." (Lynda Barry)
Object complements
  • Jimmy's teacher called him a troublemaker.
  • The teacher's remark made me angry.
  • "The widow she cried over me, and called me a poor lost lamb, and she called me a lot of other names, too."  (Mark Twain, Adventures of Huckleberry Finn, 1885)
Modifier

Modifier adalah kata, phrase, atau clause yang berfungsi sebagai adjective atau adverb yang menerangkan kata atau kelompok kata lain.

  • Fungsi sebagai adjective (dapat berupa simple adjective, adjective phrase, clause, participle atau infinitive): menerangkan noun
  • Fungsi sebagai adverb (dapat berupa simple adverb, adverb phrase, clause, prepositional phrase atau infinitive): menerangkan verb, adjective atau adverb lain.


Examples of modifier in a Sentence
·        ➔ In “a red hat,” the adjective “red” is a modifier describing the noun “hat.” 
·        ➔ In “They were talking loudly,” the adverb “loudly” is a modifier of the verb “talking.”   

;



Friday, 25 January 2019

Fungsi Audit Teknologi Sistem Informasi & Studi Kasus


Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement.

Audit Sistem Informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait. Kegunaan dari Audit Teknologi Sistem Informasi yaitu


1. melindungi asset seperti TIK lembaga pemerintahan yang merupakan kekayaan negara, atau dengan kata lain aset milik publik
2. menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data yang digunakan oleh lembaga pemerintahan baik dalam kegiatan internal lembaga maupun dalam memberikan layanan publik
3. menyediakan informasi yang relevan dan handal bagi para pemimpin lembaga pemerintahan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan layanan publik
4. mencapai tujuan organisasi dengan efektif.

5. menggunakan sumber daya dengan efisien serta efisiensi secara organisasional dan prosedural di lembaga pemerintahan.

Anggota Komisi II Minta Kemendagri Audit Temuan E-KTP Tercecer


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar audit internal terkait temuan KTP elektronik (e-KTP) yang tercecer.
Ia juga meminta Kemendagri segera memastikan apakah status e-KTP yang tercecer itu masih berlaku atau tidak.
"Kemendagri harus melakukan audit internal terkait kasus ini mengingat bukan pertama kalinya. Apakah ini sabotase atau keteledoran lainnya?" kata Awi, sapaannya, melalui pesan singkat, Minggu (9/12/2018).
"Sebab bisa saja e-KTP sudah diganti dan yang lama tidak dihanguskan. Seperti saya sekarang lagi proses penggantian e-KTP karena yang lama usang meskipun masih berlaku. Nah, kalau yang lama tidak dimusnahkan maka akan disalahgunakan," lanjut dia.
Awi menambahkan di tengah tahun politik, kasus tersebut justru akan dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Karena itu ia meminta Kemendagri segera menyelesaikan temuan tercecernya e-KTP tersebut.
Ia juga meminta polisi mengusut tuntas kasus e-KTP yang tercecer dan terus berkoordinasi dengan Kemendagri.
"Memasuki tahun politik, kasus ini akan menarik perhatian bahkan dipolitisasi. Tak menutup kemungkinan nanti akan beredar berita editan yang dilebih-lebihkan bahkan menjurus ke arah hoaks. Sebelum itu terjadi harus ada antisipasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," lanjut dia.
Sebelumnya diberitakan, sebuah karung berisi ribuan e-KTP ditemukan berceceran di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Ribuan e-KTP tersebut milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma mengatakan, e-KTP yang ditemukan di Pondok Kopi merupakan cetakan lama. 
Dhany tidak menjawab dengan jelas alasan mengapa e-KTP cetakan lama tersebut belum diserahkan ke warga.
Dinas Dukcapil DKI telah meminta bantuan polisi untuk melacak pelaku yang membuang ribuan e-KTP tersebut.

analisis :

• proses pergantian e-KTP yang lama atau usang harus segera dimusnahkan agar tidak disalahkan oleh oknum yang tidak bergantung jawab.

• kurangnya pengawasan dari pemerintah dan kemendagri mengenai peredaran ktp dan dapat  menanggulangi e-ktp  atau solusi untuk e-ktp yang lama.







Monday, 3 December 2018

COBIT


DEFINISI COBIT

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) dapat didefinisikan sebagai alat pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dan merupakan standar terbuka untuk pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan oleh Information System Audit and Control Association (ISACA) melalui lembaga yang dibentuknya yaitu Information and Technology Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
Tujuan diluncurkan COBIT adalah untuk mengembangkan, melakukan riset dan mempublikasikan suatu standar teknologi informasi yang diterima umum dan selalu up to date untuk digunakan dalam kegiatan bisnis sehari- hari. Dengan bahasa lain, COBIT dapat pula dikatan sebagai sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen dan pengguna (user) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan- permasalahan teknis melalui pengendalian terhadap masing- masing dari 34 proses IT, meningkatkan tingkatan kemapanan proses dalam IT dan memenuhi ekspektasi bisnis dari IT.

PENGGUNA COBIT

Menurut ISACA, COBIT utamanya ditargetkan untuk kelompok berikut  :

1.   Manajer,
   Manajer sebagai pihak yang memegang tanggung jawab eksekutif dalam operasi perusahaan membutuhkan informasi untuk mengendalikan operasi di lingkup internal dan mengarahkan proses bisnis.  COBIT dapat membantu manajer bisnis dan manajer TI untuk menyeimbangkan risiko dan mengendalikan investasi di dalam lingkungan TI yang seringkali tidak dapat ditebak.


2.   User (Pengguna Akhir),

   COBIT menawarkan sebuah framework untuk memperoleh keyakinan pada keamanan dan pengendalian layanan TI yang disediakan baik oleh pihak internal maupun eksternal organisasi.


3.   Auditor,

   COBIT membantu auditor untuk memberikan struktur dan memperkuat opini mereka dan menyediakan saran untuk manajemen bagaimana cara meningkatkan pengendalian internal.


4.   Konsultan Bisnis dan TI,

     Konsultan bisnis dan TI dapat memberikan pengetahuan mengenai framework dan metode dalam TI kepada sebuah organisasi, sekaligus menyediakan saran kepada manajemen bisnis dan TI dalam meningkatkan tata kelola TI.


5.   Profesional Manajemen Layanan TI (IT Service Management Professionals),

COBIT membantu untuk meningkatkan manajemen layanan TI dengan menyediakan sebuah framework yang mencakup siklus hidup yang komplit dari sistem dan layanan TI.

SKALA MATURITY PADA COBIT

Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
  1. Level 0(Non-existent); perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya 
  2. Level 1(Initial Level); pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan varies dengan keahlian yang dimilikinya. 
  3. Level 2(Repeatable Level); pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan. 
  4. Level 3(Defined Level); pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi. 
  5. Level 4(Managed Level); Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
  6. Level 5(Optimized Level); Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi. 

Referensi:
Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
https://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/07/30/292/

http://cobitindo.blogspot.com/2012/01/skala-maturity-dari-framework-cobit.html



Modal auxiliary, Adverb and Adjective, Connector, Active and Passive Voice

Modal auxiliary Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada...