Wednesday, 3 January 2018
Friday, 24 November 2017
KONSEP DAN METODELOGI SISTEM INFORMASI
Sistem cerdas adalah suatu sistem
yang diciptakan berbentuk mesin, yang biasanya disebut dengan komputer
berfungsi untuk membantu manusia menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan
teknologi sistem cerdas atau kecerdasan buatan yaitu Artificial
Intelligence(AI) atau Intelegensi Buatan yang dapat didefinisikan sistem
informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan
kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut
memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia.
Metodologi adalah ilmu-ilmu atau
cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan
tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang
sedang dikaji. Saat ini kita akan mengkaji tentang teknologi sistem cerdas
dalam proses pengontrol access. Apa itu process pengontrol akses atau disebut
juga Process Action Control. Dimana kita menggunakan sebuah teknologi untuk
kepentingan tingkat keamanan terhadap pintu masuk untuk sebuah akses yang hanya
bias di gunakan untuk orang orang tertentu saja atau pengguna tertentu.
Misalnya karyawan yang ingin masuk
ke dalam perusahaan yang hanya bisa di masuki oleh karyawan yang hanya bekerja
di perusahaan itu saja. Jadi, setiap karyawan haruslah dibekali kartu smart
card atau sebuah kartu yang memiliki kode ijin masuk ke dalam perusahaan dan
sekaligus untuk tanda absen karyawan. Selain ada kartu smart card untuk
kunci masuk karyawan, ada juga pintu masuk atau mesin sebagai tempat pembaca
smart card yang dipegang oleh karyawan untuk ijin masuk ke dalam perusahaan.
Cara kerja mesin ini cukup mudah, mesin yang dibekali oleh sensor ini akan
memancarkan sinyal terhadap kartu yang di dekatkan ke mesin. Dan setiap kartu sensor
card pastinya memiliki kode yang berbeda-beda, maka dari itu respon yang di
munculkan akan berbeda-beda juga tergantung dari settingan smart card dan isi
identitas yang dipegang karyawan .
Dalam hal seperti diatas bisa
dibuktikan kalau sistem cerdas itu benar adanya karena kita dapat dengan mudah
dan simple untuk menyimpan id di dalam sebuah kartu dan sekaligus digunakan
untuk kepentingan absen karyawan pada saat bekerja.
Kelebihan Artificial Intelligence
(AI) yaitu kemampuannya menyimpan data yang tidak ada batasannya dan dapat di
sesuaikan dengan kebutuhan jadi tidak membuang memori dengan sia-sia. Kemudian
memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat pada sistem kerjanya maka
sangat menguntungkan user, yang terakhir dapat digunakan kapan saja dan dimana
saja.
Kekurangan Artificial Intelligence
(AI) yaitu teknologi ini tidak memiliki common sense. Common sense merupakan
sesuatu yang membuat kita tidak hanya memproses informasi tapi kita dapat
mengerti informasi tersebut itu bagaimana. Common sense hanya dimiliki oleh
manusia yang membuatnya. Kemudian kecerdasan yang ada pada AI terbatas sesuai
dengan yang diberikan kepadanya maksudnya sesuai dengan program yang diberikan.
AI juga tidak dapat mengelola informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Ada beberapa konsep dasar pada
Artifical Intelligence(AI), yaitu ada Sistem Pakar (Expert System), Decision
Support System (DSS), Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing),
Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), Robotika & Sistem Sensor, Computer
Vision, Intelligent Computer-aided Instruction, dan terakhir tergolong sebagai
hobi anak-anak hingga remaja yaitu Game Playing.
1. Sistem Pakar (Expert System)
Sistem pakar merupakan pengetahuan
manusia dalam komputer untuk memecahkan suatu permasalahan dan dikerjakan oleh
seorang pakarnya, contoh : Dokter. Mereka hanya memecahkan permasalahan sesuai
dengan pekerjaannya atau sesuatu yang sudah dikuasai. Sistem pakar ini sendiri
memiliki 4 bagian, yaitu ada User Interface, Knowledge Base, Inference Engine,
dan Development Engine. Lalu ada jenis-jenis pada sistem pakar yaitu sebagai
berikut Interpretasi, Prediksi, Diagnosis, Design, Planning, Monitoring,
Debugging, Reparasi, Instruction, dan yang terakhir Control.
2. Decision Support System (DSS)
Decision Support System (DSS) atau
disebut juga dengan sistem pendukung keputusan yang merupakan serangkaian kelas
tertentu dari sistem informasi terkomputerisasi yang mendukung pengambilan
keputusan bisnis dan organisasi. Dengan DSS kita dapat mengakses semua aset
informasi terkini, ada data legasi dan relasional, kumpulan data, gudang data,
dan lain sebagainya. Angka-angka penjualan antara periode dengan periode
lainnya. Angka pendapatan yang dapat diperkirakan, namun ada konsekuesinya pada
pilihan pengambilan keputusan yang berbeda dengan pengalaman dalam suatu
konteks yang dirinci ulang.
3. Pengolahan Bahasa Alami (Natural
Language Processing)
Pengolahan Bahasa Alami (Natural
Language Processing) dengan adanya ini diharapkan sekali user dapat
berkomunikasi dengan komputernya menggunakan bahasa sehari-hari dan dapat
dengan nyaman menyelesaikan permasalahannya di komputer.
4. Pengenalan Ucapan (Speech
Recognition)
Pengenalan Ucapan (Speech
Recognition) dengan adanya ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan
komputernya hanya dengan media suara saja.
5. Robotika & Sistem Sensor
Robotika & Sistem Sensor. Robot
adalah sebuah manipulator yang terkendali, multifungsi, dan mampu diprogram
untuk bergerak dalam tiga sumbu atau lebih, yang tetap berada di tempat atau
bergerak untuk digunakan dalam aplikasi otomasi industri. Sedangkan sensor
tiruan dari indra pada makhluk hidup. Sensor ini berfungsi sebagai komponen
yang membuat robot bisa merespon lingkungan sekitarnya.
6. Computer Vision
Computer Vision yang dapat
menginterpretasikan gambar atau objek melalui komputer sesuai yang diinginkan
oleh usernya.
7. Intelligent Computer-aided
Instruction
Intelligent Computer-aided
Instruction yang dipakai untuk melatih dan mengajar dan sangat bermanfaat bagi
user.
8. Game Playing
Game Playing yang tidak diragukan
lagi kehebatannya pada interaksi manusia dengan teknologi, terutama para gamers
yang selalu berinteraksi dengan komputer.
Referensi:
http://irfanrvd.blogspot.co.id/2016/10/konsep-teknologi-sistem-cerdas-dan_41.html
http://putrik943.blogspot.co.id/2016/10/konsep-dan-metodologi-teknolo
gi-sistem.html
Saturday, 21 October 2017
VENDING MACHINE ( MINUMAN )
VENDING
MACHINE
(MINUMAN)
Asal
mula vending machine
Vending
machine adalah sebuah mesin yang menjual barang,makanan dan minuman
secara otomatis, vending machine tidak memerlukan seorang operator
untuk menjualnya, karena vending machine dapat melakukkannya sendiri.
Vending machine ditemukan oleh seorang insinyur bernama Heron dari
Alexandria. Pada tahun 1880-an. Vending machine
diperkenalkan di London, Inggris, yaitu mesin penjual kartu pos
otomatis. Sedangkan di Amerika Serikat membuat vending untuk menjual
permen karet pada tahun 1888, senin ini dibuat oleh Thomas Adams Gum
Company, vending machine semakin berkembang pesat di Jepang, sehingga
segala kebuuhan sehari-hari bisa dibuat vending machinenya. Tidak
hanya diluar negeri saja bahkan di Indonesia juga kita bisa menemukan
vending machine, namun hanya dibeberapa tempat saja, tidak seperti di
Jepang dan negara-negara maju lainnya, kita dapat dengan mudah
menemukan mesin pintar ini. Vending machine di Indonesia umumnya
hanya menjual makanan dan minumnan, vending machine di Indonesia
kebanyakan didatangkan atau diimport dari luar negeri seperti Jepang,
Korea, China dan Amerika. Sebenarnya di Indonesia ada perusahaan yang
memproduksinya yaitu PT. METEC Semarang yang berlokasi di Tanjung
emas export Procesing Zone, Semarang Jawa Tengah. Namun produk yang
dihasilkan oleh perusahaan tersebut dipasarkan di JEpang, karena PT
ini adalah anak cabang dari perusahaan Jepang yang memproduksi
vending machine yaitu Perusahaan KUBOTA.
Jenis-jenis
vending Machine
- Vending machine menjual koran
- Vending machine Snack
- Vending machine minuman kaleng
- Vending machine Ice cream
- Vending machine hot coffe
- Vending machine gadget
- Vending machine makanan hewan
Kelebihan
Vending Machine
- Memudahkan costumer untuk membeli minuman
- Lebih efisien dan efektif
- Menghemat waktu atau tidak perlu menunggu antrian
- Lebih terjangkau karena buka 24 jam
Kekurangan
Vending Machine
- Uang tidak boleh lecek, basah dan coret-coretan
- Jika mati lampu maka mesin juga akan mati
- Harga produk dalam vending machine lebih mahal
- Tidak bisa menggunakan uang logam
Cara
penggunaan Vending Machine
Untuk
menggunakan vending machine kita dapat menggunakan uang kertas dan
uang logam.langkah pertama yang kita lakuan adalah memasukkan uang
sesuai dengan harga yang terdapat dalam setiap jenis minuman yang
kita inginkan, baik dengan uang kertas ataupun uang logam. Apabila
setelah kita masukkan uangnya maka mesin akan mendeteksi apakah uang
tersebut asli atau palsu, jika uang itu palsu maka mesin akan menolak
dan mengembalikan uang tersebut, namun jika uang itu asli maka mesin
akan memproses ke proses selanjutnya dengan cara memilih jenis
minuman yang ada pada label vending machine.
Jika
uang yang dimasukkan melebihi harga minuman maka otomatis mesin
tersebut memberikan kembalian, yang dikeluarkan di return box (kotak
tempat kembalian uang). Setelah transaksi selesai, maka minuman yang
telah dipilih akan keluar secara otomatis ke delivery port (tempat
keluarnya minuman).
Referensi:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mesin_jual_otomatis
https://fajarlusy.wordpress.com/2010/11/17/apa-itu-vending-machine/
http://charisakumala.blogspot.co.id/2016/11/analisis-teknik-kerja-vending-machine.html?m=1
Sunday, 2 July 2017
SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL
A. SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL
Software standar pemeliharaan dan memperkenalkan model maturity
diusulkan untuk kegiatan pemeliharaan perangkat lunak sehari-hari. Software
Maintenance Maturity Model (SMmm). Fungsi perawatan perangkat lunak menderita
kelangkaan manajemen model untuk memudahkan evaluasi, manajemen, dan perbaikan
terus-menerus. The SMmm membahas kegiatan unik perawatan perangkat lunak sambil
menjaga struktur yang mirip dengan yang ada pada CMMI © 4 model kematangan. Hal
ini dirancang untuk digunakan sebagai pelengkap model ini. The SMmm didasarkan
pada pengalaman practitionersÃ, standar internasional, dan maniliteratur
tentang perawatan perangkat lunak.
Ø Software Maintenance
Sebuah persepsi umum pemeliharaan adalah bahwa hal itu hanya
memperbaiki cacat. Namun, satu studi menunjukkan bahwa lebih dari 80% dari
usaha pemeliharaan digunakan untuk tindakan non-korektif. Persepsi ini
diabadikan oleh pengguna mengirimkan masalah melaporkan bahwa pada kenyataannya
peningkatan fungsionalitas ke sistem. Penelitian-penelitian terbaru menempatkan
proporsi bug-fixing mendekati 21%.
Aspek Kegiatan Maintenance
1.
Adaptive.
Diartikan sebagai modifikasi sistem untuk
mengatasi perubahan lingkungan software. Aktivitas ini terjadi karena
pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga
memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.
2.
Perfective.
Diartikan sebagai tindakan baru implementasi
atau perubahan pengguna peralatan yang mana memperhatikan fungsi tambahan untuk
software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan
dilakukan uji cobs kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh
user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
3.
Corrective.
Diartikan sebagai deteksi dan perbaikan masalah,
yang ditemukan oleh pengguna. Aktivitas ini terjadi pada saat produk dipakai
dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun
kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai. Preventive, diartikan sebagai
peningkatan kemampuan software atau reabilitas untuk menghindari masalah di
masa yang akan datang. Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi
kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya
penambahan fungsifungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.
Teknik-Teknik Maintanance
Teknik Maintenance
Secara garis besar teknik pemeliharaan dibagi
menjadi 4 bagian penting antara lain:
1. Reactive Maintenance ( Breakdown
Maintenance )
2. Proactive Maintenance ( Pemeliharaan Rutin
)
3. Planned Maintenance ( Pemeliharaan
Terencana )
• Preventive Maintenance
• Predictive Maintenance
4. Corrective Maintenance ( Pemeliharaan
Perbaikan )
• Up-Grading / Modifikasi
• Desain Ulang
Maintenance
Planning Activity
Aktivitas penting untuk maintenance perangkat lunak
adalah perencanaan. Jika tahap development berlangsung 1-2 tahun, maka fase
maintenance berlangsung selama bertahun-tahun. Memperkirakan secara akurat
sumber daya yang digunakan adalah elemen kunci dalam rencana maintenance.
Sumber daya yang didalamnya termasuk biaya harus dimasukkan dalam rencana
anggaran proyek. Rencana maintenance harus dimulai dengan membuat atau
menentukan tujuan kualitas perangkat lunak. Konsep dan perencanaan maintenance
:
a. Mengandung ruang lingkup (scope) maintenance
perangkat lunak.
b. Proses setelah perangkat lunak selesai.
c. Harus diketahui siapa yang akan melakukan
maintenance.
d. Perkiraan biaya maintenancesiklus hidup perangkat
lunak.
Friday, 28 April 2017
4 cakupan domain pada cobit
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)
- Pengertian cobit
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah
sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT Governance yang dapat membantu auditor,
pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan
control dan masalah-masalah teknis IT. COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai FrameWork IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara.
- COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
- Perencanaan dan organisasi (Planning and Organisation)
- Pengadaan dan implementasi (Acquisition and Implementation)
- Pengantaran dan dukungan (Delivery and Support)
- Pengawasan dan evaluasi (Monitoring)
Domain 1 : Planning and Organisation
• Menetapkan rencana stratejik TI
• Menetapkan hubungan dan organisasi TI
• Mengkomunikasikan arah dan tujuan manajemen
• Mengelola sumberdaya manusia
• Memastikan pemenuhan keperluan pihak eksternal
• Menaksir risiko
Domain 2 : Acquisition and Implementation
• Mengidentifikasi solusi terotomatisasi
• Mendapatkan dan memelihara infrastruktur teknologi
• Mengembangkan dan memelihara prosedur
• Memasang dan mengakui sistem
• Mengelola perubahan
Domain 3 : Delivery and Support
• Menetapkan dan mengelola tingkat pelayanan
• Mengelola pelayanan kepada pihak lain
• Memastikan pelayanan yang kontinyu
• Memastikan keamanan sistem
• Mengelola konfigurasi/susunan
• Mengelola data
• Mengelola fasilitas
Domain 4 : Monitoring
• Memonitor proses – menaksir kecukupan pengendalian internal
• Mendapatkan kepastian yang independen
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
Langkah-langkah:• Menetapkan rencana stratejik TI
• Menetapkan hubungan dan organisasi TI
• Mengkomunikasikan arah dan tujuan manajemen
• Mengelola sumberdaya manusia
• Memastikan pemenuhan keperluan pihak eksternal
• Menaksir risiko
Domain 2 : Acquisition and Implementation
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
Langkah-langkah :• Mengidentifikasi solusi terotomatisasi
• Mendapatkan dan memelihara infrastruktur teknologi
• Mengembangkan dan memelihara prosedur
• Memasang dan mengakui sistem
• Mengelola perubahan
Domain 3 : Delivery and Support
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
Langkah-langkah :• Menetapkan dan mengelola tingkat pelayanan
• Mengelola pelayanan kepada pihak lain
• Memastikan pelayanan yang kontinyu
• Memastikan keamanan sistem
• Mengelola konfigurasi/susunan
• Mengelola data
• Mengelola fasilitas
Domain 4 : Monitoring
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.
Langkah-langkah:• Memonitor proses – menaksir kecukupan pengendalian internal
• Mendapatkan kepastian yang independen
- Kerangka Kerja COBIT
- Control Objectives
2. Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
3. Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
- Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
- Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
- Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
- Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
- Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
referensi:
http://astrihardi.blogspot.co.id/2014/06/makalah-cobit.html
https://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/
https://hepiprayudi.files.wordpress.com/2012/06/pengertian-cobit.pdf
Friday, 31 March 2017
INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY
Perkembangan
Perpustakaan dan Teknologi Informasi
Dunia
informasi dan perpustakaan sekarang ini telah menunjukan banyak
sekali kemajuan walaupun sempat mengalami penurunan, baik dari
semakin tingginya perhatian pada kehadiran perpustakaan maupun
semakin majunya teknologi informasi sebagai pendukung kegiatan
perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan penggunanya. Kebutuhan manusia
pada informasi semakin hari semakin tinggi dalam membantunya
mengambil sebuah keputusan. Kebutuhan ini juga ternyata dibarengi
dengan kesadaran bahwa perpustakaan merupakan lembaga yang mampu
memenuhi kebutuhan tersebut. Kepercayaan pada perpustakaan ini
terutama diberikan pada perpustakaan yang menunjukkan keterlibatannya
dalam kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Perpustakaan yang
dipercaya mampu memenuhi kebutuhan adalah perpustakaan yang sudah
menggunakan sistem jaringan komputer dalam menjalankan fungsinya.
Kemajuan dan penghargaan ini tentu saja menuntut kompetensi yang
tinggi pada pengelola perpustakaan, terutama bagi mereka yang
langsung berhubungan dengan permintaan informasi khusus. Kompetensi
lain yang dituntut juga adalah kemampuan menjawab permintaan khusus
ini dengan cepat dan variasi yang luas tetapi sangat akurat.
Informasi yang diminta tidak lagi berupa kumpulan data mentah, tetapi
sudah menjadi “barang siap pakai (ready for use)” .
Dengan
adanya perpustakaan yang mendukung sarana informasi dan teknologi
membuat minat yang tadinya kurang tertarik untuk mengunjungi
perpustakaan menjadi meningkat dan merubah pola pikir yang sudah
tertanam bahwa image dari perpustakaan hanyalah sebuah kumpulan buku,
kliping yang menumpuk dan berdebu. Perubahan tersebut terlihat bahwa
pada perpustakaan sekarang terdapat beberapa fasilitas yang mendukung
seperti kaset
video, kaset suara, VCD (Video Compact Disk), DVD (Digital Video
Disk), LD (Laser Disk), foto-foto (baik dalam bentuk metadata atau
tercetak), kliping, disket dan CD (Compact Disk) juga tersedia
electronik book.
Penerapan
TI di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara
lain:
a.
Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan Bidang pekerjaan yang dapat
diintegrasikan dengan sistem manajemen perpustakaan adalah pengadaan,
inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi, keanggotaan, statistik dan
lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk
Automasi Perpustakaan.
b.
Sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan
informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan TI
ini sedring dikenal dengan Perpustakaan digital (digital library.
Kedua fungsi penerapan TI tersebut dapat dilakukan secara terpisah
atau dilakukan secara terintegrasi dalam sistem informasi
perpustakaan. Kondisi ini tergantung dari kemampuan software yang
digunakan, sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi
informasi yang digunakan.
Keuntungan
pemanfaatan TI diperpustakaan antara lain:
•
mempermudah
dan mengefisiensikan pekerjaan pengelolaan perpustakaan
•
memberikan
layanan yang lebih baik pada pengguna
•
meningkatkan
citra perpustakaan dan pustakawan/pengelola perpustakaan
•
mengembangkan
infrastruktur regional, nasional dan global
Referensi:
http://eprints.rclis.org/9380/1/Infrastruktur-TI-4=pustakawan_Agus_rusmana.pdf
http://library.forda-mof.org/libforda/artikel-132-mewujudkan-perpustakaan-idealnya.html
http://pustaka-info.blogspot.co.id/2012/10/teknologi-informasi-perpustakaan.html#!/tcmbck
Thursday, 12 January 2017
MAKALAH SISTEM INFORMASI UNTUK PEDAGANG MAKANAN
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puji
dan syukur kepada kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas kami yang berjudul makalah Sistem Informasi untuk
Pedagang Makanan (Zomato).
Dan
harapan kami adalah agar makalah ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu
pengetahuan bagi para pembaca.
Kami
menyadari karena katerbatasan kami dalam menyusun makalah ini, kami yakin masih
banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Penyusun
Bekasi, 29 November 2016
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.............................................................................................................i
DAFTAR ISI
..........................................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN…....................................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG
...............................................................................................1-2
1.2 TUJUAN
......................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
......................................................................................................3-5
BAB III
KESIMPULAN ..........................................................................................................5
REFERENSI
............................................................................................................................6
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG
Perkembangan zaman yang semakin pesat dan persaingan
yang semakin ketat antar perusahaan, membutuhkan adanya
fasilitas yang mendukung keberlangsungan usaha tersebut.
Salah satu fasilitas untuk membantu kinerja perusahaan adalah
dengan adanya sebuah sistem informasi. Sistem informasi manajemen
membantu perusahaan pengembangkan strategi bisnis, proses bisnis, serta
mendukung pengambilan keputusan yang efektif sehingga dapat membantu perusahaan
dalam mencapi kesuksesan.
Di era globalisasi sekarang ini banyak
bermunculan restoran cepat saji yang merupakan waralaba dari negara maju.
Dengan banyak dibuka restoran mengakibatkan persaingan yang semakin tinggi.
Untuk menarik konsumen , pihak manajemen melakukan berbagai cara, salah satunya
adalah menawarkan sejumlah pelayanan yang memudahkan konsumennya. Diantaranya
pemesanan lewat telepon, dengan melalui telepon konsumen tidak harus pergi ke
tempat dimana restoran waralaba tersebut berada, kemudian juga ada pelayanan
drive thrue, dimana seorang konsumen yang sibuk terutama yang menggunakan mobil
tidak perlu pusing dalam mencari parkir yang selalu penuh pada jam-jam
tertentu, konsumen hanya melewati semacam gardu, dimana konsumen tinggal
memesan makanan yang disukainya yang kemudian dapat langsung dibawa pulang.
Dari hasil observasi dan wawancara yang
telah dilakukan tentang penjualan makanan cepat saji dengan melalui telpon, ada
mekanisme yang harus dilakukan yaitu seorang operator harus selalu siap sedia
apabila terdapat pesanan dari konsumen melalui telpon. Pada saat operator
menerima pesanan melalui telpon, operator mencatat menu apa saja yang dipesan
oleh konsumen, kemudian oleh operator pesanan tersebut diserahkan ke bagian
penyajian makanan untuk menyiapkan makanan yang dipesan oleh konsumen. Setelah
itu dari bagian penyajian menyerahkannya ke bagian delivery untuk dikirimkan ke
konsumen. Begitu pesanan tersebut tiba di alamat konsumen, pesanan tersebut
diserahkan ke konsumen beserta bukti penerimaan untuk ditandatangani oleh
konsumen.
1
Setelah menerima uang dari konsumen, bagian delivery kemudian memberikan laporan kepada outlet berupa bukti penerimaan pesanan beserta uang dari konsumen bahwa pesanan telah diterima oleh konsumen.Bukti penerimaan harus disimpan oleh kedua belah pihak baik itu konsumen maupun bagian delivery untuk dijadikan bukti bahwa pesanan telah diterima oleh konsumen. Sehingga apabila terjadi sesuatu mengenai pesanan tersebut, pihak outlet dapat menunjukkan bukti bahwa pesanan telah diterima oleh konsumen. Setelah itu konsumen dapat membayar pesanan tersebut sesuai dengan harga makanan yang telah dipesannya.
Permasalahan muncul tatkala, restoran
memiliki banyak outlet. Bagi pengusaha dengan banyak outlet berarti akan lebih
dekat dengan banyak konsumen, namun tidak demikian bagi konsumen. Dengan sarana
pemesanan melalui telepon yang ada, kadang justru pesanan yang diajukan
dilayani oleh outlet yang letaknya berjauhan dengan lokasi konsumen pemesan.
Hal ini akan membuat ketidakpuasan terhadap konsumen, karena pesanannya akan
diterima dalam waktu yang lama, hal ini terjadi karena konsumen memesan makanan
pada outlet yang letaknya jauh dari lokasi konsumen.
Dengan berkembangnya internet, penjual
makanan bisa memanfaatkan website. Melalui sarana ini parapengusaha restoran
waralaba bisa melayani konsumen yang gemar melakukan surfing di internet untuk
dapat memesan makanan yang disukainya tanpa harus bersusah payah telepon yang
mungkin tidak sempat atau telepon yang digunakan sibuk melayani konsumen yang
lain. Dengan adanya pelayanan melalui internet, para netter sangat dimanjakan
dalam hal ini dikarenakan hanya dengan memasuki website, konsumen dapat
langsung memilih jenis makanan yang disukainya tanpa harus terganggu
aktivitasnya, dan beberapa saat kemudian makanan yang dipesan sudah datang dan
siap dimakan.
2.
Tujuan
Penulisan
Bertujuan untuk mengembangkan
dan memanfaatkan teknologi yang semakin
canggih dan menerapkannya ke dalam sistem informasi contohnya adalah zomato
yaitu salah satu aplikasi yang digunakan untuk memudahkan dan memberikan
referensi bagi para pengguna mengenai informasi restaurant, bar dan klubsecara
detail sepertimenu, review, foto dan lokasi.
|
BAB
II
PEMBAHASAN
Zomato adalah layanan direktori tempat
makan yang asalnya adalah dari India, namun saat ini telah beroperasi di
Jakarta. Sesuai dengan info dari pihak Zomato Indonesia, sampai saat ini,
tempat makan yang terdaftar di Zomato telah mencapai 12 ribuan restoran kelas
atas dan menengah.Saat ini banyak sekali memang aplikasi yang berjenis sama
dengan Zomato, tapi tentu saja, Zomato ini mempunyai beberapa kelebihan yang
memang belum kita temukan di aplikasi sejenis. Berawal dengan nama
Foodiebay.com, Zomato didirikan oleh Deepinder Goyal dan Pankaj Chaddah yang
merupakan sarjana IIT Delhi di New Delhi, India. Ide pendirian hingga menjadi
Zomato saat ini dimulai secara tidak sengaja saat Deepinder dan Pankaj ingin
membantu rekan - rekan kerjanya memilih pesanan untuk makan siang di antara
brosur - brosur menu yang bertebaran di kantor menjadi lebih mudah serta
menghindari antrian panjang saat makan siang. Pada tahun 2008 saat mereka
bekerja di Bain and Company, sebuah perusahaan konsultan manajemen terkemuka di
India, mereka mengumpulkan seluruh brosur menu lalu memindai satu persatu dan
mengunggahnya di situs internal perusahaan. Deepinder Goyal, Pankaj Chaddah dan
Gunjan Patidar akhirnya memutuskan untuk keluar dari Bain dan membangun basis
data Foodiebay secara lebih profesional. Akhirnya Foodiebay resmi berdiri pada
Juli 2008 dengan 1.200 daftar restoran di Delhi NCR. Daftar ini berkembang
menjadi 2.000 restoran di akhir 2008. Dalam jangka waktu 6 bulan, restoran di
Kolkata dan Mumbai juga sudah dimasukan dalam daftar restoran di Foodiebay.
Pada tahun 2010,
situs ini terpilih dalam top 25 perusahaan internet paling menjanjikan di India
oleh majalah SmartTechie. Saat itulah Infoedge, induk perusahaan dari grup
Naukri.com, menginvestasikan INR 4.7 crore (US $ 1 juta) ke dalam bisnis ini.
Pada 14 November 2010, Foodiebay.com berubah menjadi Zomato.com. Perubahaan ini
disebabkan oleh adanya kemungkinan untuk mengembangkan bisnis di luar vertikal
kuliner dan untuk menghindari konflik yang dapat terjadi dengan eBay, karena
nama Foodiebay memiliki kata ‘ebay’ di dalamnya. Pada tahun 2011, Zomato telah
mencakup area Chennai, Hyderabad dan Ahmedabad. Selain itu, pada tahun 2011
Zomato meluncurkan aplikasi untuk perangkat iOS, Android, Windows Phone dan
BlackBerry.
3
Zomato juga meluncurkan versi cetak yang
berisi seluruh konten di situs dan bekerja sama dengan Citibank pada Mei 2012.
Panduan cetak ini dipasarkan dan dijual dengan nama "Citibank Zomato
Restaurant Guide". Selama peluncuran, panduan cetak tersedia untuk empat
kota di India - Delhi NCR,Mumbai, Bangalore dan Pune. Menurut media, situs
Zomato dikunjungi oleh sekitar 2,5 juta pengunjung pada bulan Maret 2012. Pada
September 2012, Zomato ekspansi ke luar India untuk pertama kalinya dan
meluncurkan layanannya di Dubai, UEA.
Hal ini diikuti oleh ekspansi cepat ke Sri Lanka, Qatar, Inggris Raya, Filipina, Afrika Selatan, Selandia Baru, dan pada November 2013 di Brazil, Turki dan Indonesia. Zomato (saat itu dikenal sebagai Foodiebay) mendapatkan pendanaan pada putaran pertama sebesar US $ 1 juta (INR 47 juta) dari Info Edge pada Agustus 2010. Pendanaan untuk putaran kedua sebesar $ 3,5 juta (INR 135 juta) diterima pada September 2011 dari investor yang sama. Pada tahun yang sama Zomato mendapatkan tambahan pendanaan untuk putaran ketiga sebesar $ 2,5 juta dan diikuti dengan pendanaan keempat senilai $10 juta dari Info Edge di awal tahun 2013,menjadikan kepemilikan saham Info Edge sebesar 57,9% di Zomato. Pada November 2013, Zomato menerima pendanaan sebesar $ 37 juta (INR 2,276 miliar) dari Sequoia Capital dan Info Edge dalam putaran pendanaan yang kelima. Pendanaan ini mengubah kepemilikan saham Info Edge menjadi 50.1% dengan bentuk sepenuhnya dapat dicairkan. Perusahaan ini telah menginvestasikan dana sekitar INR 1430 juta di Zomato. Dengan total pendanaan yang diterima oleh Zomato sebesar $ 53,5 juta per November 2013. Zomato memiliki 2 bagian - panduan restoran dan blog. Panduan restoran Zomato memberikan kemudahaan bagi pengguna untuk mencari informasi berkaitan dengan restoran, bar, dan klub. Informasi yang ditampilkan disertai dengan nama tempat, kontak, alamat, menu, foto, ulasan, lokasi pada peta (dengan Google Maps) dan juga acara yang diadakan di tempat tersebut. Zomato turut memberikan fasilitas kepada pengguna yang terdaftar untuk mengirim ulasan dan menilai (dalam skala 1 - 5) tempat tersebut. Menampilkan penilaian total (berdasarkan penilaian oleh pengguna) untuk setiap tempat. Zomato juga menyediakan informasi yang berkaitan dengan waktu masakan disajikan, jam buka, rata - rata biaya makan untuk 2 orang, pembayaran dengan kartu kredit, juga fasilitas seperti ketersediaan AC, area merokok, WiFi, harga tiket masuk, live music, dan tempat duduk di luar. Untuk tempat yang menyajikan minuman beralkohol, Zomato menyediakan informasi untuk happy hour dan rata - rata harga 1 botol bir.
4
Zomato juga memberikan label khusus
untuk memudahkan pengguna mengetahui sebuah restoran memiliki layanan
pesan-antar, makan di tempat, menyajikan menu non-vegetarian, dan tersedia
alkohol. Blog di Zomato adalah bagian yang diatur langsung oleh tim Zomato.
Bagian Acara di Zomato pertama kali diperkenalkan pada September 2011. Hal ini
bertepatan dengan pendanaan kedua sebesar $ 3 juta yang diterima Zomato dari
Info Edge (India) Ltd. (India) Ltd. Kemudian, Zomato memutuskan untuk menutup
bagian Acara dan termasuk beberapa fitur tambahan. Hal ini bertujuan agar
perusahaan tetap fokus dengan produk inti yaitu panduan restoran yang
ditegaskan oleh CEO Zomato, Deepinder Goyal pada Quora.
BAB III
KESIMPULAN
Zomato adalah layanan direktori tempat makan yang
asalnya adalah dari India, namun saat ini telah beroperasi di Jakarta. Karena perkembangan zaman yang semakin pesat dan
persaingan yang semakin ketat antar perusahaan, membutuhkan
adanya fasilitas yang mendukung keberlangsungan usaha
tersebut. Salah satu fasilitas untuk membantu kinerja
perusahaan adalah dengan adanya sebuah sistem informasi. Sistem
informasi manajemen membantu perusahaan pengembangkan strategi bisnis, proses
bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang efektif sehingga dapat membantu
perusahaan dalam mencapi kesuksesan. Maka dari itu zomato adalah aplikasi yang
sangat membantu sebagian masyarakat untuk merekomendasikan restoran,klub dan
bar secara detail seperti menu,review,harga dan lokasi.
5
REFERENSI
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Zomato
- http://repository.upnyk.ac.id/195/1/44__Sistem_Informasi_Manajemen_Pemesanan_Makanan_Cepat_Saji_Melalui_Internet_dengan_Multi_Outlet.pdf
- http://suhartoyo50.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2013/08/28/sistem-informasi-pada-pizza-hut/
6
Subscribe to:
Comments (Atom)
Modal auxiliary, Adverb and Adjective, Connector, Active and Passive Voice
Modal auxiliary Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada...
-
1. Manusia Dan Penderitaan · Pengertian Penderitaan Penderitaan berasal dari kata "dhra" yaitu menahan atau men...
-
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) Pengertian cobit COBIT (Control Objectives for Information a...
