Tuesday, 19 April 2016

PUISI

CINTA SEJATI


Sore pun singgah berganti malam
Entah apa yang ada difikiranku
Hatiku seperti hancur
Rapuh mendengar kabar itu
  Namun aku mencoba untuk bangkit
Memberikan energi positif untuknya
Tak akan larut dari kesedihan
Kami bersama
Bersama berjuang untuk penyakit itu
Hingga pada saatnya
Tuhan berkehendak lain
Kini aku kehilangan
Kehilangan sosok yang selalu ada untukku
Kini aku seperti tak tahu arah
Seperti burung yang kehilangan sayapnya
Seperti ombak di laut yang terombang ambing
Aku hanya terlarut dalam doa
Karena hanya doa yang dapat menyatukan kita

Tuesday, 8 March 2016

Hubungan Sistem Informasi Dengan Ilmu Budaya Dasar

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya. Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9).
Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi. Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri  yaitu:
  1. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
  2. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada.
  3. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
  4. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.




Pengertian Ilmu Budaya Dasar


Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.





Hubungan Sistem Informasi Dengan Ilmu Budaya Dasar


            Hubungan antara sistem informasi dengan ilmu budaya dasar saling mempengaruhi satu sama lain. Dimana pada saat ini kita mudah mendapatkan informasi dan saling bertukar informasi melalui internet. Maka perlu adanya kebijakan dalam penggunaan internet tersebut sesuai dengan nilai nilai dan moral. Sedangkan ilmu budaya dasar adalah bagaimana kita mempelajari budaya dan kemanusiaan. Jadi melalui internet kita dapat bertukar informasi tentang budaya yang awalnya tidak kita ketahui dan memberikan pengetahuan lebih bahwa budaya di Indonesia ini sangat banyak.

Pada era globalisasi saat ini banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, dengan masuknya budaya ke Indonesia banyak masyarakat yang cenderung melupakan budaya kita sendiri. Apakah sesuai dengan budaya kita atau tidaknya, maka dari itu kita harus menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya kita. Agar kita juga mampu melestarikan dan menghargai budaya yang sudah ada sejak nenek moyang kita. Dengan cara ini kita juga dapat memperkenalkan budaya kita ke masyarakat luar. 

Wednesday, 20 January 2016

Makalah Meme Sebagai Fenomena Di Sosial Media




Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan

MEME, SEBAGAI FENOMENA DI SOSIAL MEDIA


Kelas  :  1-KA23

Tanggal Penyerahan Makalah : 18 Januari 2016
Tanggal Upload Makalah  :  19 Januari 2016


 P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.




P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
12115745
FITRI RAMADHANI





Program Sarjana Ilmu Komputer &Teknologi Informasi


UNIVERSITAS GUNADARMA

                                                                                   


                                           

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas nikmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul tentang Meme, Sebagai Fenomena Di Sosial Media.
Saya berharap makalah ini dapat berguna dan menambah wawasan kita semua. Saya juga menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah yang  akan mendatang. 






                                                                                                                                                                                                                                                                 Bekasi, 13 Januari 2016




                                                                                                   Fitri Ramadhani                    






DAFTAR ISI



PERNYATAAN.......................................................................................................... ......i 

KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1

1.1  LATAR BELAKANG.................................................................................................. 1

1.2  TUJUAN....................................................................................................................... 1

1.3  SASARAN.................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 2

2.1 ANALISIS SWOT........................................................................................................ 2

BAB III PENUTUP............................................................................................................ 3

3.1 KESIMPULAN............................................................................................................ 3

3.2 REKOMENDASI......................................................................................................... 3

3.3 REFERENSI ................................................................................................................ 4




BAB I PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui pada saat ini, banyak sekali media yang dapat kita gunakan untuk berkomunikasi dengan banyak orang dimana pun, salah satunya adalah melalui media sosial seperti path, instagram, twitter dan lain-lain. Dan yang sering kita temukan adalah meme, meme itu sendiri adalah berupa komentar atau kritikan terhadap suatu kejadian atau peristiwa yang sedang booming terjadi berupa gambar atau video yang dikemas menjadi suatu hiburan.  

1.2  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi tentang Meme Sebagai Fenomena di Media Sosial dan menganilis SWOT.

1.3  Sasaran
1.      Masyarakat
Agar menghibur masyarakat atau pengguna media sosial
2.      Pemerintah
Menginformasikan kepada pemerintah secara tidak langsung  komentar atau kritikan dari suatu kejadian/peristiwa melalui meme




BAB II  PERMASALAHAN

Analisis permasalahan Meme, Sebagai Fenomena di Sosial Media memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.   Kekuatan (Strength)

a.    Dapat menghibur pengguna sosial media
b.    Meme memberikan kritikan atau komentar pada suatu kejadian dengan cara menghibur
c.    Merasa puas karena karyanya menjadi asumsi publik
d.   Dapat mengurangi stress dari kegiatan rutinitas sehari- hari.

2.   Kelemahan (Weakness)

a.    Dapat merugikan pihak lain seperti menyindir orang
b.    Kebanyakan meme hanya meniru yang sudah ada yang membuat para pembuat meme menjadi kurang kreatif
c.    Membuat pembaca meme menjadi ketagihan dan lupa akan waktu
d.   Terkadang ada beberapa kata yang kurang sopan yang takut akan dicontoh anak-anak
3.   Peluang (Opportunity)

a.    Mengisi waktu luang pembuat meme
b.    Adanya fenomena/kejadian yang menarik untuk diperbincangkan
c.    Dapat menyalurkan kreatifitas
d.   Kurangnya pengawasan dari orang tua yang mengakses meme yang tidak sesuai dengan usianya

4.   Tantangan/Hambatan (Threats)

a.    Dapat berpotensi mendapat hukuman jika melanggar UU yang berkaitan dengan ITE
b.    Menimbulkan kesalahpahaman pembaca meme
c.    Menurunnya moralitas karena ada beberapa yang menggunakan meme porno
d.   Kurangnya waktu belajar bagi pembaca terutama kalangan pelajar


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI




3.1 Kesimpulan

a)      Pada saat ini banyak orang yang lebih suka mengutarakan komentarnya melalui meme karena dianggap sesuatu yang menarik dan menghibur  
b)      Tidak semua meme mengandung hal yang negatif
c)      Tanpa kita sadari banyak terdapat pesan moral yang disampaikan kepada pembaca dari pembuat meme
d)     Meme juga dapat menghilangkan stress dari aktivitas kita sehari- hari

3.2 Rekomendasi

a)   Merasa puas karena karyanya menjadi asumsi publik karena keberadaannya diakui oleh masyarakat
b)      Dapat merugikan pihak lain seperti menyindir orang. Banyak pembuat meme yang hanya mengambil gambar tanpa meminta izin yang dapat menimbulkan kesalahpahaman
c)      Adanya fenomena/kejadian yang menarik untuk diperbincangkan, kebanyakan para pembuat meme mengangkat kejadian yang sedang booming untuk dibuat meme
d)     Dapat berpotensi mendapat hukuman jika melanggar UU yang berkaitan dengan ITE, maka dari itu pembuat meme harus berhati- hati agar tidak terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan konflik


3.3 Referensi

1.      Dawkins, Richard (1989). "11. Memes:the new replicators". The Selfish Gene (edisi kedua ed.). Oxford: Oxford University Press. p. 352. ISBN 0192177737.
2.       Kelly, Kevin (1994). Out of control: the new biology of machines, social systems and the economic world. Boston: Addison-Wesley. p. 360. ISBN 0-201-48340-8.
3.      http://shujinkouron.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-dan-pengertian-meme-internet.html

Modal auxiliary, Adverb and Adjective, Connector, Active and Passive Voice

Modal auxiliary Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada...